السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat hijrah yang berbahagia, tentunya sahabat sudah tidak asing lagi dengan istilah amanah, ya, amanah yang antonimnya adalah khianat ini adalah akhlak yang terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki sifat yang satu ini.

Sahabat, Antara amanah dan jannah memang tak terpisah. Ketika jannah di tempati oleh orang-orang yang beriman, maka amanah menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Hingga Nabi bersabda.

لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ

Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah.” hadits riwayat Imam Ahmad.

Sahabat hijrah, Sifat amanah mengharuskan seseorang menunaikan apa yang menjadi tugasnya, menyampaikan titipan kepada yang berhak menerimanya, dan tidak berlaku khianat dengan berbuat sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Allah memerintahkan kita untuk menunaikan amanah dalam firman-Nya di dalam quran surat an-Nisa ayat 58.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada ahlinya.

Nah sahabat, berkaitan dengan ayat ini, Ibnu Katsir berkata bahwa ada 2 jenis amanah. yakni yang pertama, amanah yang terkait dengan hak Allah berupa shalat, shaum dan yang lain. Dan yang kedua, amanah yang berhubungan dengan manusia seperti titipan dan lain-lain.”

Sahabat hijrah, Amanah paling agung adalah amanah agama Islam, sehingga disebut sebagai al-amanah al-uzhma. berkaitan dengan amanat islam ini Allah berfirman di dalam quran surat al-ahzab ayat 72.

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Nah sahabat, amanah itu berbentuk semua kewajiban-kewajiban yang difardhukan oleh Allah kepada kita semua.

Oleh karena itu, Tidak diragukan lagi bahwa menegakkan syariat Islam dalam seluruh lini kehidupan adalah amanah yang berada di pundak kita. hal ini mengharuskan seseorang untuk terus melakukan proses belajar ilmu syar’i, mencari tahu detil syariat yang Allah gariskan, lalu menjadikan syariat itu sebagai tolak ukur kebenaran, dan sebagai acuan untuk berbuat dan berucap.

Syariat mengatur manusia dalam hubungan antara hamba dengan Allah, antara seseorang dengan orangtua, keluarga, tetangga, masyarakat dan bahkan dalam mengelola Negara. Maka barangsiapa mengalihkan perkara-perkara tersebut dan menjauhkannya dari syariat, maka dia telah berkhianat atas apa yang Allah amanahkan kepadanya.

Sahabat hijrah yang berbahagia, Termasuk amanah yang harus dijaga adalah segala nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita, baik berupa penglihatan, pendengaran, tangan, kaki, lisan, harta dan yang lain. Semuanya harus dijaga dan digunakan sesuai kehendak yang Memberi amanah, dan tidak dipergunakan kecuali untuk perkara yang diridhai-Nya.

Nah, jadi orang yang menjadikan anggota tubuhnya sebagai sarana maksiat, berarti telah berkhianat kepada Allah . naudzubillahi min dzalik.

Salah satu contohnya adalah mata kita. Mata adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dan dipergunakan sesuai kehendak Allah. Hendaknya melihat dan membaca hal-hal yang layak dibaca dan dilihat. Dan tidak menggunakannya untuk melihat atau membaca perkara yang dilarang. Begitupula dengan pendengaran dan lisan.

Bisa jadi bagi wanita lisan menjadi penyokong terbanyak dalam hal dosa dibanding anggota badan lainnya. Hingga seorang ulama memberikan analisa, bahwa ketika laki-laki menangis, maka ia memegang mata seakan mengisyaratkan dari mana dosa bermula.

Sedangkan wanita, ketika menangis dia memegang mulutnya, seakan menjadi isyarat pula, dari mana asal dosa bermula.

Memang begitulah sahabat, kebanyakan laki-laki berdosa dari pandangan mata yang diumbar, dan wanita berdosa dari lisan yang tidak dikekang.

Sahabat hijrah, kemudian jenis amanah lainnya yang harus kita sadari adalah amanah harta.

Adapun amanah harta, hendaknya tidak mengambil harta kecuali dengan cara yang diperbolehkan oleh syariat. Nabi memberikan kabar gembira bagi para pedagang yang amanah.

Di dalam sebuah hadits disebutkan yang artinya.

“Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah akan dikumpulkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.”. hadits riwayat Ibnu Majjah dan Al-Hakim.

Kemudian sahabat hijrah, Termasuk amanah adalah menjalankan pekerjaan sesuai hak dan kewajibannya.  Tidak mengambil apa-apa yang bukan menjadi haknya, dan tidak pula menelantarkan kewajibannya.

Kisah yang patut dijadikan teladan adalah apa yang dialami oleh Mubarak, ayahanda dari Abdullah bin Mubaarak , seorang tokoh tabi’in yang terkenal zuhud.

Dikisahkan, Mubarak bekerja pada seseorang sebagai penjaga kebun. Suatu hari, sang tuan mengunjungi kebunnya lalu dipanggillah Mubarak. “petikkan kami beberapa buah delima yang manis!.” pinta sang tuan.

Bergegaslah Mubarak melaksanakan perintah sang tuan. Dia memetik beberapa buah delima dan diserahkannya kepada sang majikan dan beberapa sahabatnya tadi.

Namun, ketika majikannya mencicipi delima yang dipetik Mubarak, tak satupun ada yang manis, Semuanya masam. Sang majikan marah dan bertanya kepada Mubarak, “apakah kamu tidak bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?.”

Mubarak menjawab. “Selama ini Anda belum pernah memberi ijin kepada saya untuk makan meski hanya satu biji pun, bagaimana saya bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?.

Sang tuan merasa takjub dan menaruh simpati kepada Mubarak lantaran amanahnya.

Coba kita pikirkan sahabat, andai kita jadi penjaga kebun, tentunya kita menganggap lumrah jika mencicipi buah tanpa izin si pemilik buah. lagi pula, tentunya pemilik buah juga maklum dan tidak perlu izin.

Tapi tidak dengan Mubarak, dia sangat amanah dan tak pernah melakukannya.

Singkat cerita, majikan itu memiliki anak perempuan yang sudah banyak dilamar orang. Lalu ia bertanya kepada Mubarak,“Aku hanya punya seorang anak perempuan, dengan siapa aku harus menikahkannya?.

Mubarak menjawab.“Tuan, orang Yahudi menikahkan karena kekayaan, orang Nashrani menikahkan karena ketampanan, orang Jahiliyah menikahkan karena nasab kebangsawanan, sedangkan orang Islam menikahkan karena ketakwaan. Tuan termasuk golongan mana silahkan tuan menikahkan putri tuan dengan cara mereka!.”

Pemilik kebun itu takjub pula dengan cara berfikir Mubarak. Lalu ia menemui istrinya dan berkata. Saya tidak melihat orang yang lebih layak menikah dengan puteri kita selain Mubarak.” Maka akhirnya dia menikahkan Mubarak dengan puterinya. Dari pernikahan yang diberkahi itu lahirlah ulama kenamaan Abdullah bin Mubarak, amiirul mukminin hadits di zamannya.

Selain itu sahabat hijrah, perlu kita tahu bahwa keluarga yang kita miliki juga amanah bagi kita, jika ada anggota keluarga kita yang melenceng dari jalan yang benar, maka itu adalah amanah kita untuk membimbingnya.

Jabatan juga amanah yang harus ditunaikan tanpa khianat. kehormatan juga amanah yang harus dijaga, dimana zaman ketika zina semakin mudah dilakukan. Maka para pezina hakikatnya adalah para pengkhianat yang menciderai amanah yang dibebankan kepadanya,

Nah, sahabat hijrah, akhir kalam, semoga Allah menjaga jiwa-jiwa kita dari sifat dan sikap khianat, serta menjadikan kita pribadi yang amanah dalam semua aspek kehidupan.

Sekian pemaparan tentang amanah, dan jangan lupa untuk menyimak pemuda hijrah edisi depan. Wallahu a’lam.

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.