Tokoh Majelis Ulama Indonesia yang juga tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas angkat suara terkait berita yang menyebut China berupaya membujuk dan disebut-sebut menyuap sejumlah organisasi Islam di Indonesia agar tidak lagi mengkritik penindasan terhadap Muslim Uighur. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh media amerika, the wall street journal.  Hal ini sebagaimana diungkapkan Anwar menegaskan dalam pernyataan tertulisnya jumat kemarin.

Sekjen MUI yang juga Ketua Pimpinan pusat Muhammadiyah ini menegaskan, sikap dari ormas-ormas Islam dan MUI sudah jelas yaitu amar makruf nahi munkar. Anwar menegaskan bahwa MUI maupun Muhammadiyah tidak akan berhenti menentang penindasan dan kezaliman terhadap Muslim Uighur.

Oleh karena itu, tambah Anwar, MUI dan Muhammadiyah mengutuk sikap dan tindakan pemerintah China terhadap umat Islam Uighur dan sikap pemerintah Amerika yang zalim terhadap rakyat Afghanistan dan rakyat Palestina, seraya menambahkan bahwa MUI dan Muhammadiyah cinta damai dan cinta keadilan. Ia menegaskan meskipun seribu kali pemerintah China mengundang MUI dan Muhammadiyah untuk datang ke China, maka selama pemerintah China tidak bisa menghormati hak-hak beragama dari rakyat Uighur, maka MUI dan Muhammadiyah akan tetap bersuara dengan lantang melawannya.

Demikian juga untuk kasus di Afghanistan dan Palestina, lanjutnya, selama pemerintah Amerika Serikat tidak menghormati hak-hak rakyat Afghanistan dan Palestina, maka MUI dan Muhammadiyah jelas tidak akan tinggal diam. (Hidayatulloh.com/admin)