COX’S BAZAR (Arrahmah.id) — Kepolisian Bangladesh menahan 450 orang Rohingya yang merayakan Idul Fitri di pantai pada Rabu malam.

Juru bicara polisi Bangladesh, Rafiqul Islam, mengatakan kepada kantor berita AFP, penangkapan itu dilakukan di distrik resor wisata terbesar di Cox’s Bazar.

Di Cox’s Bazar sendiri juga terdapat kamp pengungsi Rohingya. Namun, Rohingya dilarang keluar dari kompleks kamp pengungsian.

Rafiqul Islam menyebut bahwa Rohingya terlibat dalam berbagai kejahatan, sehingga hal itu tidak aman bagi turis. Rafiq mengklaim upaya tersebut untuk memperkuat keamanan kota. Ratusan orang yang ditahan itu nantinya akan dikirim kembali ke kamp pengungsi.

Sementara itu, sejumlah pengungsi yang ditangkap mengeluh. Para pengungsi itu menyatakan bahwa kedatangan mereka ke pantai itu hanya untuk bersenang-senang saat perayaan Lebaran.

Aktivis sekaligus konsultan HAM untuk PBB, Rezaur Rahman, menilai bahwa kehidupan para pengungsi memang sangat dibatasi. Namun menurutnya, Rohingya berhak untuk merayakan Idul Fitri di pantai.

Selama ini, Bangladesh memang melarang 920.000 pengungsi Rohingya meninggalkan kawasan kamp penampungan di Cox’s Bazar.

Mereka sudah terjebak di kamp pengungsi itu kurang lebih lima tahun. Sebagian besar dari mereka melarikan diri ke Bangladesh setelah serangan militer Myanmar pada 2017.

Sebagian besar masyarakat Myanmar memang membenci Rohingya. Mereka menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal, meski sudah tinggal di Myanmar turun temurun.