Pembaca yang budiman dimana saja anda berada. Pada pertemuan sebelumnya telah kita bahas bersama buah dari Ittiba atau mengikuti Rosululloh dan pada edisi kali ini kita masih akan melanjutkan pembahasan buah dari Ittiba atau mengikuti Rosululloh Berikut ini adalah buah ittiba’ kepada Rosululloh

Yang Pertama Mahabbatulloh. Buah  dari ittiba’ kita kepada Rosululloh jika kita lakukan dengan benar adalah mahabbatulloh atau cinta dari Alloh sekaligus maghfiroh atau ampunan Nya

Cinta kepada Alloh yang dibuktikan dengan ittiba’ atau pengikutan kepada Rosululloh akan melahirkan buah manis berupa cinta Alloh .Alloh memerintahkan kita mengikuti Rosululloh dan setiap perintah Alloh apabila kita laksanakan dengan ikhlas dan benar pasti akan mendatangkan cinta dari-Nya. Ketika Alloh telah mencintai hamba-Nya, maka segala kekurangan dan dosa yang terjadi akan mudah diampuni oleh Alloh

Orang-orang yang mentaati Rosululloh dengan mengikuti sunnah beliau akan memperolah rahmat dari Alloh Karena orang-orang yang mencontoh Rosululloh pastilah orang-orang yang berbuat baik atau ihsan. ingatlah makna ahsanu ‘amala menurut Fudhoil bin ‘Iyadh dan orang-orang yang berbuat ihsan amat dekat dengan rahmat Alloh

Imam Ahmad  meriwayatkan hadis. Sebagaimana Rosululloh bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِيْ فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

“Sesungguhnya setiap amal itu mempunyai puncak semangat, dan setiap semangat memiliki titik jemu. Maka barangsiapa kelesuannya tetap dalam sunnahku berarti ia telah mendapat petunjuk dari Alloh, dan barangsiapa kelesuannya tidak dalam sunnahku berarti ia celaka.

Hadits ini menegaskan bahwa tetap berada dalam sunnah Rosululloh  dalam segala keadaan akan mendatangkan tambahan petunjuk dari Alloh Oleh karenanya, orang-orang yang beriman selalu berusaha mengikuti sunnah Rosululloh ketika sedang bersemangat atau sedang lesu atau kurang semangat. Ia tidak membiarkan dirinya hanyut dan terbawa bisikan setan sehingga membuatnya jauh dari hidayah Alloh

Yang selanjutnya adalah Mushahabatul Akhyar fil Jannah

Mengenai hal ini Alloh berfirman dalam surat An Nisa ayat 69:

Yang artinya; “Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan RosulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang solih. Dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”

 Orang yang ittiba’ kepada Rosululloh akan dikumpulkan bersama orang-orang pilihan di surga nanti, yaitu para nabi, orang-orang yang shiddiq, syuhada, dan sholihin.

Rosululloh bersabda tentang syafaat, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori;

« مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: “اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ”، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

 “Barangsiapa berdoa ketika mendengar panggilan adzan: ‘Ya Alloh Rabb seruan yang sempurna ini, dan sholat yang ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, bangkitkan dia dengan kedudukan mulia yang telah Engkau janjikan kepadanya’, maka akan mendapat syafaatku di hari kiamat.”

Hadits ini menunjukkan keutamaan doa setelah adzan. Ia juga mengisyaratkan bahwa mengikuti perintah dan arahan Rosululloh adalah sesuatu yang membuat kita berhak mendapatkan syafaat dari beliau.

jika mentaati satu perintah Rosululloh saja yakni membaca doa setelah adzan, akan membuat pembacanya berhak mendapatkan syafaat beliau, apalagi dengan mengikuti dan mentaati sunnah beliau secara keseluruhan, maka orang itu lebih berhak untuk mendapatkan syafaat beliau.

Demikianlah Pembaca yang budiman dimana saja anda berada, pembahasan kita pada kesempatan edisi kali ini tentang Ittiba kepada Rosululloh Semoga Alloh memudahkan kita untuk mengikuti Sunnah sunnah Rosululloh dalam kehidupan kita sehari-hari dan memudahkan kita beramal yang sesuai dengan perintah Alloh dan RosulNya

wallohu a’lam, wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.