Sekitar 100 ribu anak Suriah diprediksi akan kehilangan pendidikan mereka karena dana bantuan internasional yang dipotong. Padahal selama ini anak-anak bergantung pada dana bantuan itu karena negara tersebut sedang dilanda perang.

Disebutkan bahwa lebih dari 40 ribu anak tidak lagi mengenyam pendidikan karena kehilangan dana dari pemerintah Inggris. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam laporan yang dirilis pada akhir April oleh Action For Humanity, badan amal induk LSM Inggris Syria Relief.

Beberapa hari kemudian, LSM menyatakan kekecewaannya pada kurangnya bantuan yang dijanjikan pada konferensi bantuan internasional yang dipimpin Uni Eropa untuk Suriah. Konferensi tersebut mengumpulkan 87 triliun untuk Suriah dan negara-negara tetangga tetapi tetap masih kurang.

Action for Humanity mengatakan keputusan pemerintah Inggris tahun lalu untuk mengurangi pengeluaran bantuan luar negeri dari 0,7 persen menjadi 0,5 persen telah berkontribusi pada potensi krisis pendidikan. Bahkan menurut mereka ini kemungkinan akan memiliki efek bencana.

Bantuan dan Aksi Suriah untuk Kemanusiaan mengatakan 133 sekolah yang mereka kelola harus ditutup dalam waktu kurang dari satu tahun. Mereka meminta pemerintah Inggris untuk segera membalikkan pemotongan anggaran bantuan dan pendanaan untuk Suriah. (republika.co.id/admin)