Seorang imam masjid di Pontang, Kabupaten Serang, Banten, beberapa waktu lalu diberitakan dikeroyok 3 orang pria karena mengingatkan untuk meluruskan saf saat hendak shalat berjamaah. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan pun mengungkap keprihatinan atas aksi pengeroyokan tersebut.

Tiga pelaku pengeroyokan diketahui merupakan saudara kandung. Para pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan peristiwa itu terjadi saat sedang melaksanakan salat Ashar, Jumat pekan lalu. MM kemudian ditegur korban yang kala itu menjadi imam salat. Namun MM tidak terima dan menceritakan kejadian tersebut kepada RY dan SP.  Setelah selesai salat Maghrib, SP sudah menunggu di teras samping pintu masjid yang berlokasi di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

SP saat itu langsung menarik baju korban dan memukulinya dengan membabi buta. Ketiga pelaku ditangkap di rumah masing-masing pada Selasa 12 april. Penangkapan ini berdasarkan laporan korban ke Polres Serang.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. Yudha mengimbau semua pihak meredam emosinya, apalagi di bulan suci Ramadan, agar menghindarkan diri dari kekerasan dan perbuatan tercela lainnya.

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengungkapkan keprihatinan dengan kejadian pengeroyokan tersebut. Amirsyah memberi pesan kepada imam masjid yang dikeroyok itu. Amirsyah meminta agar imam masjid bisa menegur secara santun sehingga orang yang ditegur bisa menerima dengan baik. Hal ini sebagaimana dikatakan Amirsyah sabtu kemarin.

Amirsyah berharap peristiwa pengeroyokan ini tidak terulang lagi. Dia ingin semua pihak menjaga ketertiban dan kesejukan di masjid. Sementara, Polisi mengungkap kondisi imam yang dikeroyok tersebut kini sudah membaik. (hidayatullah.com/admin)