السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat hijrah, Mungkin ada di antara kita yang masih bertanya-tanya, apa sih yang dimaksudkan dengan zalim?. Dalam bahasa Arab, zalim bermakna meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Asal kata zalim adalah kejahatan dan melampaui batas, dan juga menyimpang dari keseimbangan.

Sahabat hijrah, Sadar ataupun tidak, kita sering berbuat zalim. Padahal kezaliman bukanlah perkara remeh.Hukumnya haram dalam syariat islam. Bahkan Allah mengharamkannya bagi diri-Nya. Allah berfirman dalam hadits qudsi yang artinya.

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling menzalimi. Hadits riwayat Imam Muslim.

Oleh karena itu sahabat, pada kesempatan ini kita akan coba membahas tentang dzalim.

Berkaitan dengan dzalim ini, di dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim disebutkan.

اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”

Berpatokan pada hadits tersebut, para ulama menyatakan bahwa kedzaliman adalah sebab kegelapan bagi pelakunya, serta sebab kesulitan yang akan dia alami.

Sahabat hijrah, perlu diketahui bahwa kedzaliman itu banyak bentuknya. diantara bentuk-bentuk kedzaliman itu adalah.

Yang pertama. dzalim kepada diri sendiri, yakni dengan melakukan dosa dan maksiat,

Kemudian yang kedua, dzalim kepada saudara semuslim atau kepada sesama manusia, yakni dengan melanggar kehormatan mereka, menyakiti hati dan tubuh mereka, mengganggu dan merampas harta mereka dan lain sebagainya.

Rasulullah bersabda.

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ

 “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian untuk ditumpahkan, dirampas, dan dilanggar. Hadits riwayat Imam Muslim.

Kemudian yang ketiga, termasuk kedzaliman adalah mengubah perkara yang Allah syariatkan.

Sahabat hijrah, mengganti dan bongkar pasang syariat atau undang-undang Allah adalah kedzaliman terbesar. bahkan sahabat, di dalam quran surat al-Maidah ayat 45 Allah mengancam mereka yang tidak mau berhukum dengan syariat-Nya.

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Siapa yang tidak mau berhukum dengan hukum yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Kemudian yang keempat, mendzalimi hewan.

Berkaitan dengan mendzalimi hewan, Rasulullah bersabda yang artinya.

“Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing yang diikat, dan dikurungnya hingga mati, si wanita masuk neraka karenanya. Kucing itu tidak diberinya makanan, tidak diberinya minum, tidak pula dilepaskannya hingga bisa memakan serangga  yang ada di tanah. Hadits riwayat Bukhori dan Muslim.

Ada juga riwayat yang dikisahkan oleh Sa’ib bin Jubair .

Saib berkata. “Suatu ketika saat aku sedang berada di sisi Ibnu ‘Umar , mereka melewati anak-anak muda atau sekumpulan orang yang menancapkan seekor ayam betina sebagai sasaran bidikan anak panah. Ketika anak-anak muda itu melihat Ibnu ‘Umar.mereka pun bubar meninggalkan ayam tersebut. Ibnu ‘Umar , berkata. “Siapa yang melakukan hal ini?. Sesungguhnya Nabi telah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti ini. Hadits riwayat Imam Bukhori.

Kemudian jenis kedzaliman yang kelima, Membedakan manusia dalam penerapan hukum berdasarkan status sosial.

Sahabat hijrah, Perbuatan seperti ini sama artinya membuat kerusakan di muka bumi karena akan menumbuhkan kecemburuan,kebencian, dan permusuhan di tengah masyarakat yang berbeda-beda status sosialnya. kita lihat, betapa ada hukum yang tumpul terhadap orang yang berpangkat dan berkedudukan, tapi hukum tajam kepada orang yang lemah dan tidak punya kedudukan.

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah bersabda yang artinya.

“Yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah ketidakadilan mereka, di mana bila ada orang mulia di kalangan mereka yang mencuri, mereka biarkan  tidak diberi sangsi hukum, namun bila yang mencuri itu orang yang lemah, mereka tegakkan hukum had padanya.

Sahabat hijrah, lalu bagaimana supaya kita terhindar dari sifat dan sikap dzalim?. jawabannya adalah kita harus sungguh-sungguh dalam mencari keridhoan Allah, sehingga kita terhindar dari sikap buruk tersebut.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita, sehingga kita terhindar dari sikap dzalim.

Yang pertama, hendaknya kita selalu bertakwa kepada Allah .

Sahabat hijrah, Takwa sebagai wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya merupakan asas agama islam. Dengan takwa seorang hamba akan menahan dirinya dari melanggar batasan-batasan Allah. Karena itu setiap jiwa hendaklah merealisasikan takwa dan mengetahui keagungan dan kebesaran Allah .

Seorang yang berbuat zalim seandainya memiliki pengagungan kepada Allah , dengan sebenar-benar pengagungan niscaya ia akan menarik diri dan berhenti dari kezaliman yang dilakukannya.

Kemudian yang kedua, hendaknya kita memiliki sifat tawadhu dan rendah hati.

Rasulullah bersabda yang artinya.

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu’ hingga seseorang tidak berbuat zalim kepada orang lain, dan agar seseorang tidak menyombongkan diri di hadapan orang lain.” Hadits riwayat  Muslim.

Tawadhu‘ adalah obat kezaliman, adapun sombong merupakan sebab yang bisa menimbulkan kedzaliman.

Kemudian yang ketiga, hendaknya menghindari sifat hasad, jika sudah terlanjur hasad, hendaknya kita melepaskan diri dari pengaruhnya. Karena hasad merupakan sebab kezaliman, dan Nabi sendiri telah melarang dari berbuat hasad.

Kemudian yang keempat, selalu bersikap adil. Kerena sahabat, kedzaliman kadang berasal dari ketidak adilan alias berat sebelah. kedzaliman timbul karena mengutamakan satu pihak dari pihak yang lain.

Bahkan sahabat, adil merupakan sifat terpuji yang bisa menyebabkan adanya rahmat berupa naungan Allah di hari kiamat, hal ini sebagaimana yang Rasulullah sabdakan yang artinya.

“Ada tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya ,”

Di antara tujuh golongan itu disebutkan.“Pimpinan yang adil.”

Kemudian juga disebutkan di dalam shahih imam Muslim yang artinya.

“Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, di sebelah kanan tangan kanan Ar-Rahman, dan kedua tangan-Nya kanan.

Sahabat hijrah, oleh karena itu hendaknya kita selalu meminta kepada Allah supaya kita termasuk golongan yang adil, Kita berdoa kepada Allah semoga Allah menghindarkan kita dari sifat dzalim atau didzalimi pihak lain.

Akhir kalam. wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.