Anggota kelompok Hindu garis keras mengajukan petisi di pengadilan di India utara untuk menghentikan umat Islam memasuki Masjid Shahi Edigah yang bersejarah di Mathura. Mereka juga meminta persetujuan untuk mencari peninggalan Hindu yang mungkin ada di situs tersebut. Hal ini sebagaimana laporan reuters rabu kemarin.

Hakim pengadilan lokal di Mathura, sebuah kota agama Hindu di negara bagian Uttar Pradesh mengizinkan petisi tetapi belum memulai sidang. Masjid Shahi Eidgah sendiri adalah masjid bersejarah yang didirikan pada Abad ke-17.

Bulan ini, pengadilan lokal di negara bagian mengizinkan sebuah tim untuk memeriksa dan merekam bagian dalam salah satu masjid paling terkemuka di Varanasi tersebut.

Pada hari Selasa, pengadilan tinggi negara membatalkan keputusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Varanasi untuk membatasi ibadah shalat dalam jumlah besar di masjid Gyanvapsi, tetapi mengizinkan pengadilan setempat untuk melanjutkan proses.

Anggota kelompok Hindu garis keras yang terkait dengan partai Modi percaya bahwa penguasa muslim menghancurkan kuil-kuil Hindu selama 200 tahun kekuasaan mereka. Hal ini sebagaimana klaim pengacara hindu, Ranjana Agnihotri.

Laporan tentang berhala yang ditemukan di dalam masjid semakin menguatkan kelompok Hindu di negara bagian barat dan selatan untuk menuntut pencarian serupa di masjid lain. Polisi di kota Aurangabad mengatakan mereka telah meningkatkan keamanan di sekitar makam penguasa Mughal Aurangzeb setelah anggota partai hindu mengancam akan menghancurkan makam. (hidayatullah.com/admin)