Setelah melarang jilbab, kini India menarget penjual daging halal. Di tengah meningkatnya ketegangan komunal, satu spanduk seruan boikot ekonomi kepada umat Islam muncul selama festival keagamaan 12 hari. Spanduk itu dipasang di desa Aldur dan di Karnataka. Poster bertuliskan seruan larangan pedagang Muslim ikut pameran Hindu.

Panitia penyelenggara festival Hindu terpaksa melarang umat Islam mendirikan kios di acara festival tersebut karena dipaksa oleh organisasi Hindu. Panitia penyelenggara akhirnya menyerah pada tekanan para pemimpin dan kelompok radikal Hindutva.

Di ​​tengah boikot pedagang Muslim di seluruh negara bagian India, terjadi penyerangan terhadap seorang penjual daging Muslim di distrik Shivamogga Karnataka. Lima pria ditangkap dalam peristiwa ini.

Bajrang Dal adalah organisasi militan nasionalis Hindu yang membentuk sayap pemuda Parishad Hindu Vishva. Organisasi Ini adalah anggota sayap kanan Sangh Parivar, ideologi organisasi ini didasarkan pada Hindutva, yang dikenal anti-Islam.

Setelah larangan hijab di institusi pendidikan dan pedagang Muslim diboikot dari festival kuil, kelompok garis keras Hindu di Karnataka kini tengah menyasar isu daging ‘halal’.

Bajrang Dal, Vishwa Hindu Parishad dan kelompok Hindu lainnya telah menjalankan kampanye dari pintu ke pintu meminta warga untuk tidak mengkonsumsi daging halal. Mereka juga telah membagikan selebaran menolak daging halal.

Partai Bharatiya Janata yang berkuasa telah menawarkan dukungan secara diam-diam kepada gerakan radikal tersebut. Sekjen BJP CT Ravi pada hari Selasa, lalu bahkan menyebut makanan halal sebagai “jihad ekonomi orang islam. (hidayatullah.com/admin)