eramuslim.com – Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia Kyai Haji Kholil Nafis menilai tindakan pemerintah terhadap Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko sudah baik. Namun, sanksi itu dianggapya belum cukup untuk menghentikan laju rasisme yang belakangan terus meningkat.

Lewat cuitan di akun Twitter, Kholil Nafis menyarankan pemerintah mengambil tindakan yang lebih tegas dengan memberhentikan Budi Santosa dari jabatannya sebagai rektor ITK .

Menurutnya, pemecatan tersebut akan lebih memberi aspek jera dan sebagai antisipasi kaum rasis di Indonesia. Dengan tegas Kholil menyatakan untuk tidak memberi jalan bagi orang yang rasis, terlebih kaum terdidik.

Pernyataan ini disampaikan Cholil Nafis menanggapi pernyataan Kemendikbudristek soal evaluasi dan rencana untuk mencopot Budi Santosa dari posisi sebagai reviewer program LPDP.

Budi dianggap melanggar kode etik dan pakta integritas sebagai reviewer LPDP. ITK sendiri adalah perguruan tinggi negeri milik pemerintah di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebagai rektor, Budi Santosa dalam tulisannya menunjukkan sikap anti terhadap mahasiswa yang mengucapkan kalimat dalam ajaran Islam seperti insya Allah, barakallah, dan qadarullah.