Assalamu‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ أمّا بَعْدُ:

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia kali ini Alloh lmasih memberikan curahan nikmat-Nya kepada kita untuk bisa kembali menambah ilmu pengetahuan keislaman kita. Dan pada artikel Tazkiyyatun nafs edisi kali ini kita akan membahas tema tentang Menangis Karena Alloh mudah-mudahan kita bisa mengambil faidah dalam pembahasan ini.

Pembaca yang budiman sebagai seorang muslim hendaknya  kita lebih bergetar dan tersentuh hati kita dengan Al-Quran dibandingkan hal-hal lain seperti film-film sedih yang sedih misalnya karena yang demikian itu hanya merupakan sandiwara saja.

Kita ketahui bahwa banyak sekali hal-hal yang membuat kita menangis tanpa alasan yang masuk akal dan syar’i salahsatunya yang mungkin masih nge-trend di masyarakat kita adalah film-film yang bisa menggugah hati manusia bisa membuat senang-gembira dan bisa juga membuat sedih. Tidak jarang film tersebut terdapat tangisan dari pemerannya yang membuat para penonton ikut menjadi sedih dan meneteskan air mata.

Pembaca, perlu direnungkan oleh kita sebagai kaum muslimin bahwa jangan sampai kita ketika membaca ayat Al-Quran atau ketika membaca perjuangan para Nabi n dan sahabat dalam membela Islam kita sulit menangis dan tersentuh akan tetapi ketika menonton film yang notabene-nya sandiwara atau ketika membaca cerita fiktif kita menangis tersedu-sedu.

Yang dimana sudah jelas menangis disini adalah hanya kepura-puraan saja ini yang disebutkan oleh ulama sebagai “Al-Buka’ Al-Kadzib”  yaitu “tangisan palsu” sebagaimana tangisan saudara-saudara Nabi Yusuf p ketika mengadu kepada bapak mereka bahwa Yusuf telah dimakan serigala.

Sebagaimana kisah dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 16 sampai 17 Alloh berfirman

وجاؤوا أباهُمْ عِشَاءً يَبْكونَْ قَالُواْ يَا أَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ وَمَا أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لِّنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

Yang artinya: “Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka berkata: “Wahai ayah kami sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami lalu dia dimakan serigala dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.

Bahkan terdapat istilah “tangisan bayaran” yaitu “Al-buka’ Al musta’ar wal musta’jar alaihi” sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim beliau mengatakan bahwa tangisan yang disewa yaitu tangisan orang yang meratap dengan upah atau dibayar untuk menangisi tokoh besar agar terlihat banyak yang merasa kehilangan. Sebagaimana perkataan Umar bin Khottab yang “ia menjual tetesan air mata dan menangis duka untuk orang lain”.

Pembaca yang budiman, Hendaknya kita sebagai kaum muslimin mempunyai hati yang lembut dan mudah tersentuh dengan kebaikan serta rasa takut kepada Alloh. terlebih menangis karena Alloh dalam kesendirian adalah termasuk sifat para Nabi dan orang-orang yang sholih yang menunjukkan betapa lembutnya hati mereka.

sebagaimana dalam Quran surat Maryam ayat 58 Alloh berfirman

Yang artinya: “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Alloh yaitu para nabi dari keturunan Adam dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”.

Sehingga orang-orang sholih sangat senang jika matanya menangis karena Alloh sebagai bukti keimanan karena menangis karena Alloh tidak bisa dipaksakan begitu saja.

Ibnu Umar  pernah mengatakan bahwa menangis karena takut kepada Alloh itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar”.

Maka dari itu, hendaknya sebagai seorang muslim kita lebih bergetar dan tersentuh hati kita dengan Al-Quran dibandingkan film-film sedih yang hanya merupakan sandiwara saja.

Dalam Quran surat Al-Anfal ayat 2 Alloh -st- berfirman

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Alloh bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka mereka bertawakkal”.

Pembaca yang budiman, Semoga kita termasuk yang mudah tersentuh dan sering menangis dalam kesendirian takut kepada Alloh. Karena balasan pahalanya sangat besar dari Alloh .

Sebagaimana Nabi -saws- bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka mata yang menangis karena merasa takut kepada Alloh dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam jihad di jalan Alloh”

Demikian, pembahasan singkat Menangis Karena Alloh yang bisa kita kaji dalam artikel Tazkiyyatun nafs edisi kali ini  semoga bermanfaat.

Wallohu a’lam, Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.