Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh……

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ. أمّا بَعْدُ

Pendengar yang budiman dimana saja Anda berada. Senang sekali kita bisa berjumpa kembali di radio kesayangan kita ini dalam rubrik Tarbiyatul Aulad, rubrik yang membahas seputar pembelajaran bagi anak-anak Islami, agar menjadi generasi umat Islami yang unggul dan berprestasi di dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai “Mengajarkan anak makna silaturahmi”.

Pendengar, Dalam kehidupan kita sehari-hari tentu tidak lepas dari peranan orang-orang yang ada di sekeliling kita. Tentu dalam menjalankan setiap aktifitas kita sehari-hari ini tidak lepas dari berhubungan dengan orang lain. Maka dari itu, Islam mengajarkan kita silaturahmi. Karena silaturahmi ini akan terus mempererat hubungan antara Muslim yang satu dengan yang lainnya.

Dari Abu Ayyub Al Anshari beliau berkata, ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi “Wahai Rosululloh, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga”. Orang-orang yang ada pada waktu itu pun berkata “Ada apa dengan orang ini? ada apa dengan orang ini?”. Lantas Rosululloh bersabda “Biarkanlah urusan orang ini” Lalu Nabi melanjutkan sabdanya “Kamu beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya, menegakkan sholat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahim”.

Abu Ayyub berkata “Ketika itu Beliau berada di atas kendaraannya” Hadits Riwayat Bukhori.

Pendengar, Silaturahmi juga merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab umur panjang dan banyak rizki. Nabi bersabda.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya : “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. Hadits Riwayat Bukhori Muslim.

Nabi juga bersabda.

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

Artinya: “Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata “Barang siapa yang menyambungku, maka Alloh akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Alloh akan memutus hubungan dengannya”. Hadits Riwayat Bukhori Muslim.

Pendengar, Rosululloh telah menjelaskan bahwa menyambung silaturahmi lebih besar pahalanya daripada memerdekakan seorang budak. Dalam Shahîh al-Bukhori, dari Maimûnah Ummul-Mukminîn dia berkata “Wahai Rosululloh, tahukah engkau bahwa aku memerdekakan budakku?”, Nabi bertanya, “Apakah engkau telah melaksanakannya?”, Ia menjawab “Ya”. Nabi bersabda “Seandainya engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya”.

Pendengar, Yang amat disayangkan ternyata ada sebagian orang yang tidak mau menyambung silaturahmi dengan kerabatnya. kecuali apabila kerabat itu mau menyambungnya. Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan orang ini bukanlah silaturahmi, tetapi hanya sebagai balasan. Karena setiap orang yang berakal tentu berkeinginan untuk membalas setiap kebaikan yang telah diberikan kepadanya meskipun dari orang jauh.

Nabi bersabda.

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Artinya : “Orang yang menyambung silaturahmi itu bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin. akan tetapi, orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”. Hadits Riwayat Bukhori Muslim.

Oleh karena itu, perlu kita perbaiki bersama dan kita sambung kembali hubungan silaturahmi dengan kerabat-kerabat kita meskipun mereka memutuskannya. Sungguh kita akan mendapatkan balasan yang baik atas mereka. Tentu dewasa ini kita sudah paham betul tentang arti dan pentingnya silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari. Silaturahmi bersama keluarga, teman, tetangga yang mungkin sudah kita anggap seperti saudara sendiri. Penting atau tidaknya kembali ke niat masing-masing. Niat ketika akan silaturahmi itu justru tidak kalah pentingnya dibandingkan bersilaturahmi itu sendiri, Segala hal yang diniatkan untuk semata-mata karena Ibadah, tentu akan membawa keberkahan tersendiri.

Dan menjadi seorang ibu adalah hal yang membahagiakan, meskipun di balik hal tersebut terselip tugas yang berat yakni mendidik anak tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga agar berakhlak mulia. Oleh karenanya, peranan orang tua khususnya seorang ibu menjadi yang utama disebut-sebut “Ibu adalah madrasah pertama anak”. Meski tidak mudah, tapi setiap ibu tentu akan berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Salah satu pendidikan yang juga bermanfaat untuk menciptakan anak yang berakhlak mulia tersebut adalah mengajarkan silaturahmi sejak dini.

Kita semua mengetahui bahwa anak adalah peniru ulung. Jika orang dewasa memperlihatkan perilaku yang baik, maka itu jugalah yang ditiru si anak. dan sebaliknya, jika yang buruk maka hal buruk pulalah yang menjadi cerminannya. Seperti halnya orang tua rajin melakukan silaturahmi maka anak pun akan menirunya. Silaturahmi juga mengandung beberapa makna mulai dari bersosialisasi, berinteraksi, berkomunikasi bahkan menjalin tali kasih.

Pendengar yang budiman, Demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini insya Alloh kita akan kembali melanjutkan pembahasan ini pada edisi yang akan datang. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya, terlebih kita bisa menerapkannya dalam mendidik anak-anak kita. karena pada akhirnya semua itu akan kembali kepada kita semua sebagai orang tua berupa ‘amal sholih. Semoga bermanfaat, Wallohu a’lam.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh……