الْحَمْدُ لله، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Pembaca yang dirahmati Alloh. Alhamdulillah, kita dapat berjumpa kembali pada kesempatan ini, dalam rangka meningkatkan keilmuan dan keimanan kita, terhadap agama Alloh . Judul yang akan kita bahas dalam rubrik “Wanita Islami” pada kesempatan ini, adalah “Mengenal Ummu Waraqah binti Naufal ”.

Pembaca yang dirahmati Alloh. Ummu Waraqah binti Naufal adalah salah satu shohabiyah Rosululloh , ia adalah putri dari Abdullah bin al- Haris bin Uwaimar bin Naufal al-Anshariyah, dinisbahkan kepada kakeknya. Beliau termasuk wanita yang mulia dan yang paling mulia pada zamannya. Rasulullah telah mengunjungi beliau beberapa kali dan beliau menjulukinya dengan gelar asy-Syahidah.

Ummu Waraqah binti Naufal adalah seorang wanita yang memiliki semangat tinggi terhadap Islam dan bercita-cita untuk mati syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Oleh karena itu, beliau tidak terhalang untuk berjihad bersama kaum muslimin dan mendapatkan pahala mujahidin. Tatkala Rasulullah hendak berangkat Perang Badar, Ummu Waraqah binti Naufal berkata kepada Rasulullah , “Ya Rasulullah, izinkanlah aku berangkat bersama anda, sehingga aku dapat mengobati orang-orang yang terluka di antara kalian,

merawat orang yang sakit di antara kalian, dan agar Allah mengaruniai diriku mati syahid.” Kemudian Nabi menjawab, “Sesungguhnya Allah akan mengaruniaimu mati syahid, tapi tinggallah kamu di rumahmu, karena sesungguhnya engkau adalah syahidah atau orang yang akan mati syahid.”

Ummu Waraqah binti Naufal turut mengumpulkan Alquran al-Karim, dan beliau adalah seorang wanita yang ahli dalam membaca Alquran. Karena itu, Nabi memerintahkan beliau agar menjadi imam bagi para wanita di daerahnya. Dan, Rasulullah menyiapkan seorang muadzin bagi beliau.

Disebutkan dalam al-Musnad dan as-Sunan dari hadis Abdurrahman bin Khalad, dari Ummu Waraqah binti Naufal mengatakan bahwa Rasulullah mengunjungi beliau di rumahnya, kemudian memberikan seorang muadzin untuknya. Abdurrahman berkata, “Aku melihat muadzin tersebut seorang laki-laki yang sudah tua.”

Jadilah rumah Ummu Waraqah binti Naufal , rumah Allah yang di sana, ditegakkan salat lima waktu. Alangkah terhormatnya seorang wanita yang menduduki posisi seperti Ummu Waraqah binti Naufal .

Ummu Waraqah binti Naufal senantiasa istiqamah dengan keadaannya, yaitu menjaga syari’at-syari’at Allah , hingga pada suatu ketika budak laki-laki dan budak perempuannya yang telah dijanjikan oleh beliau akan dimerdekakan setelah beliau wafat, membunuh beliau. Tatkala pagi Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah, aku tidak mendengar suara bacaan Al-Qur’an dari bibiku semalam.” Kemudian beliau memasuki rumahnya, namun tidak melihat suatu apa pun, kemudian beliau memasuki kamarnya, ternyata beliau telah terbungkus dengan kain di samping rumah, yakni telah wafat. Umar bin Khaththab berkata, “Alangkah benar sabda Rasulullah ketika bersabda, ‘Marilah pergi bersama kami untuk mengunjungi wanita yang syahid.”Selanjutnya, Umar naik mimbar dan menyampaikan berita tersebut lantas berkata, “Hadapkanlah dua budak tersebut kepadaku.”

Maka, datanglah dua orang budak tersebut dan beliau menanyai keduanya dan mereka mengakui bahwa mereka berdua telah membunuhnya, maka beliau perintahkan agar kedua orang budak tersebut disalib, dan mereka berdualah orang yang pertama kali disalib dalam sejarah Islam.

Pembaca yang dirahmati Alloh. Itulah Ummu Waroqoh bin Naufal , Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah mulia ini, sehingga kita menjadi hamba-hamba Alloh yang selalu tegar dalam keimanan ketika Alloh menguji kita, sehingga dengannya kita menjadi seorang Muslim dan Muslimah sejati yang setia memegang teguh agama Alloh serta mendakwahkannya. Dan semoga Alloh senantiasa membimbing kita, untuk memiliki hati yang teguh dan taat dalam menjalankan syari’at-Nya. In syaa Alloh, kita akan berjumpa kembali pada edisi selanjutnya. Wallohu a’lam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh//