Sahabat hijrah yang dirahmati Allah , salah satu prinsip dalam pergaulan dan interaksi antara sesama adalah mengetahui hak-hak saudara kita. kemudian juga berusaha menghindari hal-hal yang bisa melanggar kehormatan saudara kita.

Diantara perkara yang paling agung yang ditekankan oleh Nabi dalam khutbah beliau ketika Haji Wada adalah penjagaan hak-hak sesama muslim. Selain itu, beliau juga memberi peringatan keras terhadap pelanggaran hak-hak sesama muslim. Baik hak-hak yang terkait dengan darah, harta atau kehormatan seorang Muslim.

Adapun penggalan khutbah beliau berkaitan dengan menjaga kehormatan sesama muslim adalah berbunyi.

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini. Hadits Riwayat Imam Muslim.

Sahabat hijrah, maksud dari haramnya darah dan harta sesama adalah kita haram menumpahkan darah saudara kita, atau haram membunuhnya. Adapun maksud dari haramnya harta adalah haramnya kita mengganggu atau merampas harta milik saudara kita.

Di dalam hadits yang lain disebutkan, bahwasanya Nabi bersabda ketika haji Wada.

لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ .

 “janganlah kalian kembali kepada kekufuran, sehingga kalian saling membunuh satu sama lain.”

Nah sahabat, di dalam hadits ini, Rasulullah memperingatkan kita supaya tidak kembali kepada kekufuran, sementara beliau menyebut setelah kekufuran itu adalah saling membunuh antara satu sama lain. Ini berarti membunuh sesama muslim adalah dosa yang besar.

Coba saja kita perhatikan, betapa banyak yang haus kekuasaan dan harta, berani membunuh saingannya, dan berusaha melegalkan segala cara demi untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Di dalam riwayat lain, masih dalam khutbah haji wada, Rasulullah berwasiat seperti ini.

 (أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ ؟

“Maukah aku kabarkan kalian tentang ciri seorang mukmin?

 مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ، وَالْمُسْلِمُ : مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُجَاهِدُ: مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ ، وَالْمُهَاجِرُ: مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذَّنُوبَ )) رواه أحمد .

Yaitu orang yang orang lain merasa aman dari gangguannya terhadap harta dan jiwanya, Dan muslim, adalah orang yang orang lain merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya, Dan mujahid,adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah, Dan muhajir atau orang yang hijrah, adalah orang yang meninggalkan kemaksiatan dan dosa. Hadits riwayat Imam Ahmad.

Nah, sahabat hijrah, di hadits ini lebih jelas lagi, Rasulullah menegaskan bahwa seorang muslim sejati adalah seorang muslim yang tidak mengganggu saudaranya, baik mengganggu dengan lisan ataupun dengan tangan.

Sahabat hijrah, tapi realita yang kita lihat pada zaman sekarang ini, betapa banyak orang yang meremehkan masalah yang satu ini. banyak yang meremehkan perkara darah, harta dan kehormatan sesama muslim. Kenapa bisa begitu, karena rasa kasih sayang dan cinta antara sesama muslim telah tenggelam oleh hawa nafsu dan kepentingan duniawi.

Sahabat hijrah, saking pentingnya urusan kehormatan sesama saudara muslim ini, sampai-sampai Abdullah bin Umar mewasiatkannya kepada seorang lelaki yang meminta ilmu.

Abdullah bin Umar berkata kepadanya. “Sesungguhnya ilmu itu banyak, namun jika engkau mampu untuk bertemu Allah di hari kiamat dalam keadaan menjaga darah kaum Muslimin, menjaga harta mereka, dan menahan lisan dari merusak kehormatan mereka, maka lakukanlah.

Nah sahabat, Ibnu Umar menganggap bahwa tiga perkara ini, yakni menjaga darah, kehormatan dan harta kaum Muslimin sebagai sebuah tingkat kepahaman ilmu yang besar. Barangsiapa yang diberi taufik untuk memahami hal ini, sungguh ia telah memperoleh kebaikan yang besar.

Sahabat hijrah, tadi kita sudah bahas tentang menjaga kehormatan saudara muslim berupa menjaga harta, darah dan jiwa mereka dari gangguan.

Selain itu, termasuk dari menjaga hak saudara muslim adalah dengan dilarangnya mencari-cari kesalahan atau aib mereka. Kita tidak boleh ikut campur terlalu dalam ke dalam kehidupan pribadi seseorang.

Berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman di dalam quran surat al-Hujurat ayat 12.

وَلَا تَجَسَّسُوا

Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”

Kemudian sahabat, Setelah larangan untuk mencari kesalahan orang lain, Islam juga melarang untuk menceritakan rahasia atau aib seseorang kepada orang lain. Pada ayat yang sama Allah berfirman.

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً

Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.

Dari dua kalimat yang terangkum dalam satu ayat yang sama ini,  dapat kita simpulkan bahwa dasar ajaran Islam adalah menjaga rahasia dan kehormatan orang lain. Sesama muslim harus saling menjaga harga diri dan kehormatan saudaranya.

Namun sayangnya,  hari ini sungguh berbeda, Sesama kaum muslimin saling menghujat dan menyalahkan. Perbedaan digunakan sebagai ajang saling kafir mengkafirkan. Padahal Rasulullah bersabda.

يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُخْلِصِ الْإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لَا تَذُمُّوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتَهُم

Wahai orang-orang yang masuk Islam dengan Lisannya namun keimanan belum merasuki hatinya, janganlah kalian mencela kaum muslimin dan janganlah mencari-cari aib mereka.”

Oleh karena itu sahabat hijrah, Mari kita jaga kehormatan dan kemuliaan saudara kita sesama muslim.  Hindari kebiasaan untuk saling mencela dan menyalahkan, karena hal itulah yang menyebabkan retaknya persatuan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.