Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، أمّا بَعْدُ:

Pembaca yang dirahmati Alloh Alhamdulillah pada kesempatan Artikel Tazkiyyatun nafs edisi kali ini kita akan membahas tentang Mensucikan Hati dengan Selalu Berbuat Baik.

Pendengar yang budiman dalam Quran surat Yûnus ayat 26 Alloh berfirman

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahannya yaitu memandang wajah Alloh Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga mereka kekal di dalamnya.

Pembaca yang budiman salah satu yang menunjukkan betapa besar perhatian Islam dalam masalah al-ihsan atau perbuatan baik dan tingginya kedudukan amalan ini yaitu Alloh telah mengabarkan dalam kitab-Nya bahwa Alloh mencintai orang-orang yang berbuat baik dan bersama mereka. Dengan kedudukannya ini maka cukuplah bagi mereka yang berbuat baik untuk mendapatkan kemuliaan dan keutamaan.

Dalam Quran surat al-Baqarah ayat 195 Alloh berfirman:

وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dan dalam Quran surat an-Nahl ayat 128 Alloh juga  berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Pembaca orang-orang yang berbuat baik dan beriman kepada Alloh Rabbul ‘Alamin serta mengerjakan amal sholih Alloh telah beri kabar gembira baginya bahwasanya perbuatan ihsan mereka akan menjadi jaminan berguna di akhirat kelak.

Kabar gembira ini merupakan salah satu memotivasi bagi seorang muslim bahwa sebagai pelaku kebaikan maka waktu yang ia korbankan fisik yang kepayahan pikiran yang terkuras dan materi yang terpakai di jalan Alloh semua itu tidak sia-sia di sisi Alloh dan kelak akan membuahkan hasil yang menyenangkan.

Menurut Imam Ibnu Katsîr rahimahullah bahwa dengan ayat-ayat tadi Alloh lingin mengabarkan orang-orang yang berbuat ihsân di dunia dengan beriman kepada Alloh dan mengerjakan amalan sholih maka Alloh akan membalasnya dengan kebaikan-kebaikan di akhirat kelak.

Kepastian ini berdasarkan firman Alloh dalam surat ar-Rahmân ayat 60

Yang artinya: Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.

Dan pembaca, selain limpahan nikmat tak terkira di dalam Jannah orang yang senantiasa berbuat baik juga akan memperoleh nikmat berupa surga dari Alloh berupa istana bidadari keridhoan serta segala yang disebutkan Alloh Semua kenikmatan itu akan menjadi sumber penyejuk bagi mata setiap hamba yang senantiasa berbuat baik dalam kehidupannya.

Dan tentu saja pendengar kenikmatan yang paling utama dan tertinggi yaitu melihat wajah Alloh yang Maha Mulia. Ini merupakan anugerah tambahan yang lebih agung dari seluruh yang mereka dapatkan. Diraihnya kenikmatan itu bukan lantaran amalan mereka akan tetapi lantaran kemurahan dan rahmat Alloh .

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shuhaib ar-Rûmi bahwa Nabi -saws-  bersabda

“Apabila penghuni surga telah memasuki surga Alloh Tabaraka wa berfirman: “Apakah kalian menginginkan sesuatu dengan itu Aku menambah nikmat kalian?” Mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam jannah dan menyelamatkan kami dari neraka?” Kemudian Alloh membuka tabir penutup. Tidaklah mereka menerima kenikmatan yang lebih mereka sukai dibandingkan nikmat melihat Rabb mereka.

Tidak hanya itu pendengar Para penerima balasan besar ini pun akan memperoleh momentum yang sangat membahagiakan. Yakni dikala orang-orang terhimpit kesusahan dan kepahitan lantaran amal perbuatannya yang buruk di dunia ini maka Alloh menceritakan perihal wajah orang-orang yang berbuat baik sewaktu di dunia dengan berfirman:

وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ

Yaitu yang tercantum dalam Quran surat Yûnus ayat 26 yang artinya: “Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan”.

Pada saat itu pendengar, tidak ada kesedihan atau kegelapan yang menyelimuti wajah mereka hingga nampak seperti orang yang sedang bersedih. Akan tetapi yang nampak hanyalah keceriaan dan kebahagiaan pada wajah-wajah mereka.

Terkait hal ini Imam al-Qurthubi rahimahullah mengarahkan makna ini saat mereka berada di padang Mahsyar. Kata beliau: “Debu tidak menutupi wajah mereka saat dihimpun menuju Alloh begitu pula kehinaan tidak menyelimuti mereka”. Begitu juga pandangan Imam Ibnu Katsiir.

Keadaan yang menyenangkan ini sangat jauh berbeda dengan kaum kuffâr maupun para pelaku kejahatan yang dipenuhi oleh kehitaman dan debu-debu hitam.

Salah satu ayat yang menerangkan kondisi penampilan wajah mereka yaitu firman Alloh dalam Quran surat Abasa ayat 40 sampai 42

“Dan banyak pula muka pada hari itu tertutup debu. Dan ditutupi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

Pembaca yang dirahmati Alloh demikianlah pembahasan singkat terkait Pentingnya Mensucikan Hati dengan Senantiasa Berbuat Baik yang bisa kita kaji dalam Rubrik Tazkiyyatun nafs edisi kali ini semoga bermanfaat dan semoga Alloh menjadikan kita hamba yang senantiasa istiqomah dan ikhlas dalam berbuat ihsan. Aamiin.

Wallohu a’lam, Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.