Pejabat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Winuhoro Hanum Bhawono menyampaikan penjelasan terkait adanya oknum yang memotong dana Bantuan Operasional Pesantren atau BOP. Dia mengakui pemotongan oleh oknum ini memang menjadi salah satu masalah yang tidak mengenakkan. Hal ini sebagaimana dikutip dari kanal youtube Indonesia Corruption Watch atau ICW, setelah mengonfirmasi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pontren Kemenag Waryono Abdul Ghafur, Ahad kemarin.

Winuhoro menegaskan berdasarkan petunjuk teknis tentang BOP, tidak ada pemotongan apapun kepada lembaga penerima. Bantuan diberikan secara utuh tanpa ada pemotongan.

Ketika dana sudah diterima lembaga, lanjut Winuhoro, maka itu sudah di luar jangkauan Kemenag untuk bisa memastikan lembaga tersebut menggunakan dana BOP seutuhnya.

Winuhoro menambahkan bahwa apa yang ditemukan oleh ICW hampir tidak berbeda dengan apa yang ditemukan dari hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kemenag dan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Misalnya, selain soal pemotongan oleh oknum, juga terdapat masalah terkait penetapan yang tidak memenuhi nomor statistik dan surat dukungan dari Kemenag kabupaten atau kota.

Disiarkan sebelumnya, ICW mengungkap adanya berbagai bentuk potongan oleh pihak ketiga dalam dana Program Bantuan Operasional Pendidikan untuk Pondok Pesantren Kementerian Agama. ICW menyebut ada broker, baik atas nama perwakilan partai politik tertentu, organisasi keagamaan tertentu, atau forum-forum masyarakat lainnya, yang menerima imbalan karena telah memperlancar pencairan bantuan. (republika.co.id/admin)