Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak menjelang Idul adha. Sebab, hingga saat ini pengiriman hewan ternak sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur masih dibatasi lantaran adanya wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, wabah PMK di wilayahnya masih terus menyebar. Dampak dari adanya wabah itu, para pedagang sapi belum bisa berjualan menjelang Idul adha.

Ia mengatakan bahwa pasokan hewan ternak berkurang, padahal permintaan sudah meningkat. Ia mencontohkan, hanya terdapat dua ekor sapi di salah satu kandang milik pengusaha ternak yang ada di Kota Tasikmalaya saat dikunjunginya pada Kamis kemarin. Padahal, biasanya kandang yang dapat menampung 400 ekor sapi itu sudah penuh menjelang Idul adha.

Menurutnya, pesanan yang datang ke pengusaha itu juga sudah tinggi. Lebih dari 100 pesanan. Namun, pesanan itu belum bisa terlayani lantaran sapi dari Jawa tengah dan Jawa timur masih belum diizinkan masuk ke Jawa barat.

Uu mengatakan, pihaknya akan mencari solusi agar kebutuhan sapi di Jabar mencukupi untuk kurban. Apalagi, masa lebaran haji adalah momen para peternak untuk berjualan.

Uu mengaku belum bisa memastikan waktu pengiriman sapi dari luar Jabar akan kembali diizinkan. Namun, ia mengatakan, pihakan akan memberi solusi. (republika.co.id/admin)