Pembaca yang budiman dimana saja anda berada. Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia kali ini, Alloh -St- kembali mempertemukan kita. Dan in syaa Alloh kita akan kembali melanjutkan perjalanan kenabian Rosululloh -Saws- . Di pembahasan yang telah lalu kita telah membahas mengenai pengiriman surat dari Nabi -Saws- kepada pembesar-pembesar kerajaan pada waktu itu, yaitu Raja Najasyi, Raja Mesir, Raja Persia, dan Raja Romawi. Nah, pengiriman surat selanjutnya yaitu kepada al-Mundzir bin Sawi.

Pembaca yang budiman dimana saja anda berada. Rosululloh -Saws- menulis surat kepada al-Mundzir bin Sawi, penguasa Bahrain yang berisikan ajakan masuk Islam. Beliau -Saws- mengutus al-‘Ala bin al-Hadrami untuk mengirim surat ini. Maka al-Mundzir menulis surat balasan kepada Rosululloh -Saws- yang isinya:

“Amma Ba’du, Wahai Rosululloh, sungguh telah saya bacakan suratmu kepada penduduk Bahrain, di antara mereka ada yang senang terhadap Islam dan mengaguminya serta memeluk, dan di antara mereka ada pula yang membencinya. Dan di negriku ada kaum Majusi dan Yahudi, karena itu beritahukan padaku petunjukmu dalam hal ini. Maka Rosululloh -Saws- menulis surat jawaban kepadanya,

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dari Muhammad Rosululloh kepada al-Mundzir bin Sawi. Keselamatan bagimu. Sesungguhnya kepadamu aku memuji Alloh yang tidak ada ilah melainkan Dia, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:

Aku mengingatkanmu tentang Alloh . Sesungguhnya siapa saja yang memberi nasihat, maka ia sebenarnya menasehati dirinya sendiri. Dan siapa saja yang menaati utusan-utusanku dan mengikuti perintah mereka, maka berarti telah menaatiku. Siapa saja yang memberi nasehat kepada mereka maka ia telah menasehatiku. Dan sungguh utusan-utusanku telah memuji kebaikanmu dan aku telah menerima syafa’atmu atas keputusanmu tentang kaummu.

Biarkanlah kaum Muslimin yang telah memeluk Islam, dan saya maafkan mereka yang berbuat dosa, maka terimalah mereka. Sungguh selama kau masih berbuat mashlahat, kami tidak akan menurunkan kamu dari jabatan. Dan siapa saja yang tetap pada agama Yahudi dan Majusi, maka wajib baginya membayar upeti.”

Kemudian pembaca yang budiman dimana saja anda berada. Surat selanjutnya yang  Rosululloh -Saws- kirimkan yaitu kepada Penguasa Yamamah, Hauzah bin Ali.

Rosululloh -Saws- menulis surat kepada Hauzah bin Ali, yang isinya:

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dari Muhammad utusan Alloh kepada Hauzah bin Ali. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk. Ketahuilah bahwa agamaku akan muncul sampai ke ujung dunia, maka masuk Islamlah niscaya kau selamat dan aku kukuhkan apa yang ada pada kekuasaanmu.

Beliau  memilih Sulaith bin Amr al-Amiri untuk membawa surat ini. Ketika sampai kepada Hauzah dengan membawa surat yang telah diberi stempel, ia pun disambut dengan hangat dan penuh penghormatan kepadanya. Lalu Hauzah membacakan surat itu kepadanya. Kemudian ia menolak dengan halus dan menulis surat balasan kepada Nabi -Saws- yang isinya:

“Alangkah baik dan indah yang engkau serukan. Bangsa Arab memang menghormati kedudukanku, maka jadikanlah beberapa urusan bagiku sehingga aku mengikutimu.”

Kemudian ia memberi Sulaith hadiah dan memakaikan kepadanya pakaian terbuat dari tenunan yang indah. Kemudian semuanya ia berikan kepada Nabi  seraya menceritakan hal itu.  Rosululloh -Saws- membaca suratnya kemudian berkata, “Seandainya ia meminta sejengkal tanahpun, tidak akan aku berikan, binasalah, binasalah apa yang ada di tangannya.”

Pembaca yang budiman dimana saja anda berada. Surat selanjutnya yang dikirimkan oleh Nabi -Saws- yaitu kepada penguasa Damaskus, al-Harits bin Abi Syamr al-Ghassani.

Rosululloh -Saws- mengirim surat kepada al-Harist bin Abi Syamr yang isinya:

Bismilillahirrahmanirrahim

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dari Muhammad Rosululloh untuk  Harits bin Abi Syamr. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepadanya serta mempercayainya.

Sesungguhnya aku menyerumu untuk beriman kepada Alloh yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Maka kekuasaanmu akan tetap bagimu.

Beliau memilih Syuja’ bin Wahb, dari Bani Asad bin Khuzaimah untuk membawa surat ini. Setelah surat itu disampaikan, al-Harits pun berkata, “Siapa yang akan mencopot kekuasaanku dari-ku, maka saya akan menghadapinya.” Dan ia tidak memeluk Islam. Kemudian ia meminta izin Heraclius untuk berperang melawan Nabi -Saws- , namun Heraclius mencegahnya, hingga akhirnya dia pun menghadiahkan Syuja’ bin Wahb pakaian dan uang, lalu menolaknya secara halus.

Kemudian pembaca yang budiman. Surat yang selanjutnya yang dikirimkan Nabi -Saws- yaitu kepada Raja Oman. Isinya adalah:

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dari Muhammad bin Abdullah kepada Jaifar dan Abd Bani al-Julandi. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk. Amma Ba’du:

Sesungguhnya aku menyeru kalian berdua kepada Islam. Masuk Islamlah, kalian akan selamat. Sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepada segenap manusia, untuk memberikan peringatan kepada yang hidup dan supaya pastilah ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Jika kalian mengikrarkan keislaman, maka aku akan mengangkat kalian sebagai penguasa. Tetapi jika kalian menolak untuk mengikrarkan keislaman, sungguh kerajaan kalian akan lenyap oleh pasukan berkuda yang datang dari kerajaan kalian berdua, dan akan berjaya kenabianku di kerajaan kalian berdua.

Beliau  memilih Amr bin Ash -Rau- untuk membawa surat ini. Amr berkata, “Aku pun pergi hingga sampai ke Oman. Ketika aku datang, aku langsung menuju Abd, dialah yang akan lebih lembut dan yang terbaik akhlaknya.” Aku berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Rasululloh -Saws- kepadamu dan kakakmu.”

Ia berkata, “Saudaraku lebih tua dariku dan lebih utama dalam kerajaan dan aku akan membawamu kepadanya sehingga ia membaca suratmu.” Kemudian ia bertanya, “Apa yang engkau serukan?” Aku berkata, “Aku mengajakmu untuk beribadah kepada Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, meninggalkan apa-apa yang disembah selain Dia, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.”

Dia berkata, “Hai Amr, sesungguhnya kamu adalah anak dari pemuka bangsamu, maka apa yang dilakukan oleh ayahmu?, karena ayahmu dalam pandangan kami adalah sebagai panutan.”

Aku berkata, “Dia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada Muhammad -Saws- dan sungguh aku berharap andai dia masuk Islam dan membenarkan kenabiannya. Aku dulu juga mengikuti seperti pendapatnya hingga Alloh memberiku hidayah untuk memeluk Islam.” Ia berkata, “Kapan kamu masuk Islam?” “Belum lama ini.” Jawabku. Ia berkata, “Dimanakah kamu masuk Islam?”

Aku menjawab, “Ketika aku bersama an-Najasyi, kemudian aku kabarkan kepadanya bahwa an-Najasy telah masuk Islam.” Ia bertanya, “Lalu apa yang dilakukan rakyatnya terhadap kerajaannya?” Aku menjawab, “Mereka mengukuhkannya dan mengikutinya.” Ia berkata, “Dan apakah para uskup dan pendeta juga mengikutinya?” Aku menjawab, “Ya.”

Beberapa hari kemudian ia dan kakaknya masuk Islam.

Maka dengan surat-surat ini, Nabi -Saws- telah menyampaikan Dakwahnya kepada banyak raja-raja yang ada di muka bumi. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang menolak.

Wallohu Ta’ala a’lam..

Wassalamu’alaikum Warohamtullohi Wabarokatuh..