Sebuah sekolah menengah Islam di Ghatampur dirobohkan oleh otoritas kota setempat pada Rabu 4 mei, sehari setelah Idul Fitri, dengan tuduhan bahwa bangunan itu dibangun sebagian di atas tanah pemerintah.

Sebuah video dari insiden tersebut mengklaim bahwa madrasah dihancurkan tanpa informasi sebelumnya. Para siswa terlihat menyelamatkan salinan Al Qur’an dan buku-buku pelajaran.

Polisi Luar Kanpur mengeluarkan pernyataan di media sosial menanggapi video tersebut, mengatakan bahwa proses penghancuran sekolah menengah Islamia dilakukan dalam “prosedur yang benar-benar damai. (arrahmah.id/admin)